Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pesawat. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Desember 2013
Anak anak Sekolah di Iran Dilatih Melumpuhkan Pesawat Pengintip
20 Ogos 2013
Ilustrasi (news.com.au)
Teheran - Anak-anak sekolah di Iran akan dilatih secara langsung untuk berburu dan melumpuhkan pesawat mata-mata. Adalah tentera Iran atau yang biasa disebut Garda Revolusioner yang akan melatih mereka.
Laporan ini disampaikan oleh surat khabar pro-reformasi setempat, Etemad yang mengutip pelaksana tugas Komandan Garda Revolusioner di wilayah Basij, Jenderal Ali Fazli. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (20/8/2013).
Menurut Jenderal Ali, program baru ini akan mulai diajarkan di sekolah-sekolah menengah di Iran, mulai akhir September. Program ini akan diberi nama pelajaran Persiapan Ketahanan.
Namun sayangnya, Jenderal Ali tidak menjelaskan lebih lanjut soal mata pelajaran tersebut. Informasi menyebutkan bahawa anak-anak sekolah nantinya akan dilatih untuk melacak dan melumpuhkan pesawat pengintip milik musuh.
Tentunya mereka juga akan dilatih untuk godam sistem komputer musuh.
Kelompok garis keras Iran telah sejak lama memperjuangkan peranan tentera yang lebih besar dalam sistem pendidikan di Iran. Para pelajar, baik yang junior maupun senior, ketika ini marak mengikuti latihan pertahanan awam.
Pada tahun 2011 lalu, Iran mengaku berhasil melumpuhkan pesawat pengintip tanpa awak milik Amerika Syarikat, yang disebut-sebut terbang di wilayah Iran. Mereka bahkan mempamerkan pesawat bernama RQ-170 Sentinel tersebut ke publik.
Sejak itu, Iran selalu mengaku bahawa dirinya juga berhasil melumpuhkan pesawat mata-mata AS jenis lainnya, termasuk jenis ScanEagle yang didesain oleh Boeing.
Laporan ini disampaikan oleh surat khabar pro-reformasi setempat, Etemad yang mengutip pelaksana tugas Komandan Garda Revolusioner di wilayah Basij, Jenderal Ali Fazli. Demikian seperti dilansir news.com.au, Selasa (20/8/2013).
Menurut Jenderal Ali, program baru ini akan mulai diajarkan di sekolah-sekolah menengah di Iran, mulai akhir September. Program ini akan diberi nama pelajaran Persiapan Ketahanan.
Namun sayangnya, Jenderal Ali tidak menjelaskan lebih lanjut soal mata pelajaran tersebut. Informasi menyebutkan bahawa anak-anak sekolah nantinya akan dilatih untuk melacak dan melumpuhkan pesawat pengintip milik musuh.
Tentunya mereka juga akan dilatih untuk godam sistem komputer musuh.
Kelompok garis keras Iran telah sejak lama memperjuangkan peranan tentera yang lebih besar dalam sistem pendidikan di Iran. Para pelajar, baik yang junior maupun senior, ketika ini marak mengikuti latihan pertahanan awam.
Pada tahun 2011 lalu, Iran mengaku berhasil melumpuhkan pesawat pengintip tanpa awak milik Amerika Syarikat, yang disebut-sebut terbang di wilayah Iran. Mereka bahkan mempamerkan pesawat bernama RQ-170 Sentinel tersebut ke publik.
Sejak itu, Iran selalu mengaku bahawa dirinya juga berhasil melumpuhkan pesawat mata-mata AS jenis lainnya, termasuk jenis ScanEagle yang didesain oleh Boeing.
sumber:detikNews
Selasa, 24 Desember 2013
Penumpang Ini Diusir dan Dipaksa Turun Kerana Menyanyi di Pesawat
net
Ilustrasi penumpang pesawat
TRIBUNNEWS.COM – Menyanyikan lagu favorit sah-sah saja dilakukan, asal di tempat dan waktu yang pas. Sayangnya tidak demikian dengan seorang penumpang pesawat American Airlines.
Penumpang perempuan ini terus menyanyikan lagu milik Whitney Houston, I Will Always Love You, sejak pesawat mulai berlepas dari landasan dari Los Angeles Airport, Khamis (9/5/2013) minggu lalu.
Karuan saja “konsert” kecilnya ini mengganggu penumpang pesawat lain dan kru pesawat. Saat diminta untuk menghentikan nyanyiannya, penumpang tersebut menolak, bahkan menyanyikannya lebih keras.
Sang pilot pun buru-buru mengalihkan rute penerbangannya. Seharusnya pesawat American Airlines itu menuju New York, terpaksa mendarat darurat di Kansas City untuk mengeluarkan penumpang tersebut.
“Penumpang tersebut sangat mengganggu dan terpaksa dikeluarkan dari pesawat. Ada seorang marshal federal penerbangan di dalam pesawat yang memborgolnya dan memintanya keluar,” ujar Joe McBride, juru cakap American Airlines.
Toh, meski berjalan keluar sambil diborgol, perempuan tersebut tetap saja menyanyikan lagu yang menjadi hits di tahun 90-an tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)